Senin, September 20, 2021
Beranda Pertanian Akibat Hujan Deras Dan Tingginya Debit Air, 50 Hektar Sawah Di Dusun...

Akibat Hujan Deras Dan Tingginya Debit Air, 50 Hektar Sawah Di Dusun Panjahitan Terancam Gagal Panen

LintasSumatera.com | SUAK TAPEH Banyuasin – Hujan deras yang menguyur sejak Minggu pagi hinga Selasa sore akibatnya menyebabkan lebih kurang puluhan hektar sawah di Dusun Penjahitan Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh mengalami kerusakan, Selasa (19/1).

Akibat hujan deras yang di sertai tingginya debit air tersebut telah merusak pematang sawah dan tanggul hingga kondisi ini membuat tanaman padi milik petani rusak terbawa arus banjir, tertutup lumpur dan patah.

Setidak nya tercatat ada sekitar kurang lebih 50 hektar sawah petani mengalami kerusakan dan terancam gagal panen. Hujan deras di sertai banjir juga dipicu lantaran sungai yang dangkal dan buntu, hingga sebabkan puluhan hektar sawah petani tengelam.

Banjir tersebut juga menyebabkan beberapa rumah warga yang berada di Dusun Penjahitan yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Pulau Rimau tersebut ikut terendam banjir.

Salah seorang petani Sutardi mengatakan, hujan deras yang menguyur dimulai sejak hari Minggu hinga Selasa membuat dampak besar bagi keadaan tempat tinggal maupun usaha dibidang pertanian alami kerugian cukup parah.

“Dari hari Minggu siang hingga Selasa sore, curah hujan yang dialami cukup lebat, sehinggah debet air sungai Penjahit meluap dan tidak tertampung lagi mengakibatkan banjir bandang, dan setidaknya ada sekitar kurang lebih 50 hektar persawahan kami yang rusak parah, dan terancam gagal panen tahun ini,” ujar dia.

Kondisi sawah petani yang rusak akibat banjir

Bahkan dirinya juga melihat ketinggian air yang merendam ladang sawah saat ini diperkirakan mencapai 60-80 cm ditambah lagi dengan kondisi sungai yang dangkal menjadi berpotensi besar terjadinya gagal panen.

“Kami berharap kondisi ini agar segera diperhatikan. Sejauh ini kami juga sudah melapor ke pemerintah untuk segera merealisasikan permohonan kami tersebut, sehingga masalah banjir tahunan bisa segera teratasi,” ungkap dia.

Salah satu pemilik ladang lainya bernama Zulimin hanya bisa pasrah dengan adanya kejadian ini, dan berharap segera ada perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Banyuasin.

“Kami pasrah dengan adanya bencana banjir yang menimpa ladang kami dan harapan kedepannya ada perbaikan di beberapa saluran yang menyumbat aliran air sehingga banjir tidak menimpa kami lagi dan bisa panen sesuai harapan,” pinta dia.

Menurut Ketua RT 21 Dusun Penjahitan Suyana, banjir tidak hanya merusak tanaman padi warga melainkan juga menyapu bersih halaman serta menelusup kerumah-rumah warga yang berada didalam dan dipingir jalan trans Pulau Rimau tersebut.

“Untuk yang terimbas banjir di wilayah dusun, ada sekitar 20 kepala keluarga yang terdampak kerugian ditaksir sekitar jutaan rupiah, banyak kasur dan perabotan rumah ikut terbawa arus,” jelas dia.

Menurutnya, hal tersebut diakibatkan kondisi sungai yang dangkal serta buntu akibat bertahun-tahun tidak dinormalisasi. “Untuk sawah benar ada sekitar 50 hektar lebih yang terendam banjir, petani kebingungan untuk mengatasi sawah yang diprediksi gagal itu. Kami mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah daerah agar kerugian yang dialami petani tidak besar,” beber dia.

Dirinya berharap adanya normalisasi sungai yang akan berdampak baik bagi kelangsungan sawah dan juga tempat tingal warga. “Bila sungai dinormalisasi, besar kemungkinan tidak lagi banjir ditahun-tahun berikutnya,” tambah dia.

Sementara itu Kepala Balai Penyuluh Pertanian Tri Subiarti SP menyebut, terjadinya banjir pada sawah milik petani di Dusun Penjahitan Desa Lubuk Lancang memang disebabkan intensitas hujan yang cukup lebat beberapa hari terakhir.

“Saat ini memang musim hujan, daerah tersebut termasuk pasang surut, kondisi tersebut juga disebabkan adanya tanggul yang di bangun oleh PT MAR,” jelas dia.

Pihaknya juga telah mengedukasi petani agar melakukan tanam padi pada waktu yang tertentu sesuai dengan anjuran PPL dilapangan. “Petani tidak mengikuti anjuran PPL untuk tanam serempak, akibatnya terjadi lambat tanam. Untuk bibit, kita pastikan petani masih punya persediaan benih padi,” pungkas dia. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Bridge Banyuasin Matangkan Teknik Hadapi Porprov 2021

Lintassumatera.com | Banyuasin, Hadapi Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan 2021, sebanyak Delapan Atlet Bridge Banyuasin, rutin mengikuti latihan bersama di SMA Sandika...

Peduli, Suhardiman Lurah Rimba Asam Bantu Warga Kurang Mampu

Lintassumatera.com | Banyuasin – Kepedu­lian Lurah Rimba Asam Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin menindaklanjuti terka­it keluhan salah seo­rang warga kurang ma­mpu, patut diacungi jempol. Disebutkan, ada...

HUT RI ke-76 Ansory Yunus SE, Menggelar Kegiatan Turnamen Gap Dan Bulu Tangkis Tetap Terapkan Prokes Dimasa Covid 19

Lintassumatera.com | Banyuasin - Upaya Masyarakat memupuk Semangat generasi muda Indonesia Dalam memperingati rangka HUT RI ke 76 RT. 47,RW.17 kelurahan Sukajadi , Kecamatan Talang...

Jelang Porprov OKU Raya, GABSI Sumsel Gelar Rakor Virtual

Lintassumatera.com | Palembang - Pengurus Provinsi Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Sumatera Selatan, menggelar Rapat Koordinasi(Rakor) guna pemantapan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV)...

Recent Comments